Selasa, 02 September 2014  
 
smscenter
  IM3 : 08578 1111 300

 
  Simpati : 08521 1111 300

 
  XL : 08199 1111 300  
smssender
  XL : 0877 7576 3170

 
customerservices
   
   
   
   
konfirmasideposit
   
onlinesupport
   
ymtransaction
   
   
infocomplaint
   
   
socialmedia
   
   
officeaddress
  Dealerpulsaelektrik.com
Gading Batavia LC 8 No.20-21
Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240


Telepon : 021 911 88 577
HP : 087 881 888 577
Fax : 021 4585 4322
http://www.dealerpulsaelektrik.com
info@dealerpulsaelektrik.com
 
 
 
Berita Terkini

Kamis, 20 Januari 2011
Kebijakan Hard Cluster Ancam Pengusaha Server Pulsa
Share |

JAKARTA - Pemberlakuan strategi distribusi operator telekomunikasi secara hard cluster diperkirakan bakal mematikan pelaku usaha kecil dan menengah server pulsa. Tentu saja dampak langsung pemberlakuan regulasi ini akan mengakibatkan jutaan orang yang selama ini bekerja di bidang ini terancam kehilangan pekerjaan.

"Aturan ini akan sangat merugikan dengan tutupnya ribuan usaha kecil dan jutaan tenaga kerja kehilangan pekerjaan," kata Ketua Umum Asosiasi Server Pulsa Indonesia (Aspindo) Dwi Lesmana di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selama ini, lanjutnya server pulsa sudah sejak lama berdiri  dengan semua agen hingga counter pulsa kecilpun atau agen di kantor-kantor sudah ada. Menurutnya, sumbangan besar hingga 60 persen distribusi pulsa elektrik atas provider berasal dari pelaku server pulsa.

Lebih lanjut Dwi melihat ada kekhawatiran besar dari para anggotanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Kekhawatiran ini berkaitan dengan akan diberlakukannya hard cluster distribusi pulsa elektrik oleh Telkomsel di awal kuartal II 2011 mendatang.

Sebagaimana dijelaskannya, bahwa hard cluster Telkomsel adalah end user yang melakukan pengisian pulsa Telkomsel baik Simpati atau As harus diisi dari chip MKios dimana nomor telepon end user berada atau pengisian pulsa elektrik hanya bisa dilaksanakan dalam cluster sama.

Dan bila diberlakukan, menurutnya maka server pulsa akan kesulitan melakukan pengisian pulsa. "Penerapan ini akan berakibat pada matinya usaha server pulsa. Dan juga hilangnya kesempatan kerja bagi jutaan tenaga kerja, baik pelaku usahanya, developer software pulsa dan counter pulsa," ungkapnya.

Jika ditingkat konsumen, lanjutnya maka akan kesulitan mendapatkan pulsa. Hal ini disebabkan pengisian pulsa harus sesuai dengan cluster yang ditentukan.

"Bila pemilik nomor termasuk di wilayah cluster A ingin mengisi pulsa dan saat itu dirinya berada di wilayah B maka pengisian pulsa tidak akan bisa dilakukan," pungkasnya. (ugo)

Sumber : http://autos.okezone.com/read/2010/12/09/54/401600/54/search.html

[ Kembali ]

Berita Lainnya :