Senin, 20 Oktober 2014  
 
smscenter
  IM3 : 08578 1111 300

 
  Simpati : 08521 1111 300

 
  XL : 08199 1111 300  
smssender
  XL : 0877 7576 3170

 
customerservices
   
   
   
   
konfirmasideposit
   
onlinesupport
   
ymtransaction
   
   
infocomplaint
   
   
socialmedia
   
   
officeaddress
  Dealerpulsaelektrik.com
Gading Batavia LC 8 No.20-21
Kelapa Gading
Jakarta Utara 14240


Telepon : 021 911 88 577
HP : 087 881 888 577
Fax : 021 4585 4322
http://www.dealerpulsaelektrik.com
info@dealerpulsaelektrik.com
 
 
 
Berita Terkini

Selasa, 17 Juli 2012
Layanan SMS Premium Akan Dibuka Kembali
Share |

Pemberhentian pengoperasian layanan short message service(SMS) premium kepada operator telekomunikasi akan segera berakhir. Hal ini didorong oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) yang akan menguji publik beleid tentang jasa layanan SMS premium pada bulan Juli.

Nonot Harsono Anggota BRTI menuturkan, draf revisi Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 1 Tahun 2009 tentang Jasa Pesan Premium dan Pengiriman SMS ke banyak tujuan benar akan diuji publik bulan Juli dan akan ditetapkan menteri pada bulan Agustus.

"Saat ini draf revisi permen tersebut sedang di tangan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kemenkominfo dan akan segera diserahkan ke BRTI," ungkapnya kepada Kontan.

Dalam revisi Permen tentang jasa pesan premium nantinya akan lebih diperketat dalam hal perizinan, uji kelayakan, dan kepastian keamanan bagi konsumen. Hal ini tentunya sebagai jawaban atas maraknya kasus penyedotan pulsa sebelum BRTI akhirnya mengeluarkan surat edaran nomor 177/BRTI/X/2011 pada Oktober 2011 lalu.

Menurut Nonot, sebagai gambaran, dalam beleid baru ini nantinya setiap perusahaan content provider (CP) harus mengikuti Uji Layak Operasi (ULO). Nantinya setelah uji publik, untuk mendengar masukan dari berbagai pihak, akan ditentukan pihak yang akan melaksanakan ULO kepada para perusahaan CP maupun kepada layanan yang akan dipasarkan
Nonot mengatakan, nantinya CP juga harus memiliki izin penyelenggara sehingga tidak akan ada lagi CP yang tidak terdaftar dapat memasarkan produknya melalui layanan SMS premium.

Nonot menambahkan, dalam peraturan yang baru ini, regulator juga akan mengecek billing systematau sistem tarif untuk layanan premium dari CP dan operator. Hal ini membuat proses pelaksanaan layanan menjadi lebih transparan.

Nantinya beleid yang baru tentang layanan SMS premium juga akan masuk lebih luas pada ruang lingkup penyediaan konten tidak hanya melalui layanan SMS. "Saat ini teknologi terus berubah, bentuk tawaran promosi tidak hanya lewat SMS, tetapi juga bisa dalam bentuk